Mahasiswa Sistem Informasi UNIDHA Ciptakan “AMOUR” Aplikasi Mekanik Online Untuk Rakyat

Muhammad Farhan menjadi salah satu pemenang PKM KC 2019, mahasiswa Sistem Informasi Universitas Dharma Andalas ini berhasil menang dengan judul inovasinya AMOUR Aplikasi Mekanik Online Untuk Rakyat.

Alasan inovasi ini dibuat karena Menurut data Badan Pusat Statistik Kota Padang tahun 2016, Terdapat 395.632 jumlah kendaraan bermotor di Kota Padang. Dari jumlah tersebut, terdapat 278.944 kendaraan jenis sepeda motor dan 116.688 Kendaraan jenis mobil atau kendaraan roda empat. Dari data tersebut 75% pengguna kendaraan tidak mengerti dengan permasalahan kerusakan mesin dan dari data 75% ini 45% nya adalah perempuan.  Mekanik merupakan seseorang yang paham dengan permasalahan-permasalahan mesin dan mampu memperbaiki kerusakan-kerusakan mesin tersebut. Mekanik yang handal tidak harus memiliki latar belakang pendidikan khusus karena banyak diantaranya memiliki ijazah yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan permesinan. Seperti Soichiro Honda pendiri Honda Corporation bukanlah seorang dengan pendidikan yang terkait dengan dunia otomotif, dimana ia telah menciptakan mobil dan motor terbaik di dunia. Menjadi mekanik yang handal dan jujur pastinya akan lebih disukai pelanggan, karena seorang mekanik bukan apa-apa tanpa pelanggannya.

Karena susahnya mencari jasa mekanik mobil dan motor, maka dari itu penulis mengangkat judul “PKM-KC: AMOUR Aplikasi Mekanik Online Untuk Rakyat”. Sistem ini mampu menunjukan lokasi mekanik terdekat dari titik lokasi user yang mengalami kerusakan kendaraan dijalan, serta dapat mengorder mekanik tersebut.

Berikut cerita Farhan sebagai pemilik karya AMOUR Awal saya tidak menyangka akan dapat memenangkan  proposal PKM-KC yang diadakan oleh ristecdikti tahun 2019, karena banyaknya kompetitor dari berbagai universitas di sumatera barat baik negeri maupun swasta. Tentu saya merasa bangga karena dapat membawa nama universitas dharma andalas khususnya prodi sistem informasi untuk menjadi salah satu pemenang PKM tahun 2019 ini. Tentunya ini menjadi pengalaman yang tidak terlupakan karena usaha dan jeripayah saya dalam pembuatan proposal telah terbayarkan dengan keberhasilan menjadi pemenang.

            Juni 2019 dilakukan monev di kampus UNAND, saya berjumpa dengan para pemenang prosal PKM yang berasal dari berbagai universitas. Disitu saya mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan tentang apa saja kriteria-kriteria proposal yang memenuhi syarat untuk menang dan ikut perlombaan selanjutnya di ajang nasional. Disitu saya juga belajar bagaimana cara memanage mental dan belajar mempersiapkan bahan untuk tampil agar lebih baik kedepannya.

Harapan kedepannya semoga terpilih nya saya untuk ikuti persentasi monev itu bisa membangkitkan semangat junior untuk mengikuti PKM berikutnya agar dapat mengharumkan nama prodi sistem informasi dan walaupun kita prodi baru di unidha kita dapat membuktikan bahwa kita tidak kalah bersaing dengan prodi yang sudah lebih lama di unidha serta dengan universitas lainnya.