5 Tips Membuat Konten Marketing

Dalam dunia bisnis modern, pembuatan konten marketing yang menarik menjadi sesuatu yang mutlak diperlukan jika Anda ingin menginginkan kemajuan dalam bisnis.

Melalui konten marketing yang menarik, Anda akan mampu menciptakan hubungan yang kuat dengan pelanggan.

Ditambah lagi bahwa pada saat ini, hampir semua aktifitas pemasaran difokuskan kepada pemasaran digital, dimana hal ini berarti terfokus pada konten yang ditampilkan.

The Content Marketing Institute mendefinisikan praktik tersebut sebagai “pendekatan pemasaran strategis yang berfokus pada penciptaan dan distribusi konten yang berharga, relevan, dan konsisten untuk menarik target pasar yang dituju.

Untuk berhasil menarik perhatian target pasar, konten yang dibuat haruslah dibuat dengan menarik sesuai dengan kebutuhan dan keinginan dari target pasar.

Jika saat ini konten yang Anda buat belum berhasil untuk menarik target pasar, maka berikut adalah lima tips yang dapat digunakan dalam membuat konten yang menarik:

1. Buatlah Konten Yang Berkualitas dan Sesuai Tren

Untuk membuat konten yang berkualitas, satu hal yang perlu Anda ketahui adalah apa yang sedang menjadi trend di mesin pencari google. Untuk mengetahui hal ini, Anda dapat mencari tahunya melalui Google Trends.

Cobalah untuk mengakses trends.google.com, dan lihat apa yang sedang menjadi bahan perbincangan saat ini.

Setelah Anda mengetahui tren topik yang sedang diperbincangkan oleh masyarakat, langkah selanjutnya adalah memilih dan menyesuaikan tren yang cocok dengan bisnis Anda.

Mulailah untuk mengaplikasikan tren yang ada ke dalam konten yang akan dibuat. Contohnya: jika tren saat ini berbicara mengenai mainan terbaru fidget spinner sedangkan bisnis Anda menjual produk gadget elektronik, maka konten marketing Anda dapat berupa artikel mengenai gadget dan permainan fidget spinner.

Kedua hal yang masih saling terhubung itu akan menarik minat dari target pasar Anda untuk membaca konten yang dibuat. Konten yang Anda buat pasti akan menjadi lebih relevan dibandingkan jika Anda membuat konten tanpa adanya tren research.

2. Konten Harus Mendefinisikan Audiens Anda

Tanpa mengetahui siapa target audiens, apa yang mereka butuhkan, dan dimana mereka bisa berkumpul akan mustahil bagi Anda untuk memiliki kesempatan menciptakan konten yang benar-benar mendidik, menghibur, dan mengubahnya pola pikir audiens. Pastikan konten yang Anda buat haruslah mampu mendefinisikan target audiens Anda.

Ketahuilah lebih dalam akan lokasi geografis, pekerjaan, pendapatan dan karakteristik masing-masing audiens. Posisikan diri Anda sebagai audiens dan mulailah memahami motivasi yang dimiliki.

Contohnya: jika bisnis Anda menjual gadget, dan target audiens Anda merupakan orang-orang berusia 14-40 tahun yang sadar akan teknologi, maka konten yang dibuat haruslah mencerminkan kemajuan teknologi saat ini.

Konten marketing Anda harus berisikan informasi-informasi teknologi terkini, dan fungsi dari gadget yang dijual. Melalui konten marketing seperti ini, minat dari audiens pasti akan semakin meningkat.

3. Repurpose Konten Anda

Anda mungkin berpikir bahwa setiap konten yang dibuat harus merupakan konten original. Hal ini tentunya benar, akan tetapi terkadang melakukan repurpose untuk konten yang sudah pernah dibuat sebelumnya juga dapat menjadi sesuatu yang menarik.

Informasi lama yang sebelumnya pernah ditampilkan dapat Anda tampilkan kembali dengan cara yang berbeda, namun mengandung informasi yang sama.

Melakukan repurpose konten akan menghemat banyak waktu, namun dari segi hasil akan tetap mampu menarik audiens-audiens Anda tentunya.

4. Promosikan dan Distribusikan Konten Anda

Menurut studi pada tahun 2014 dari Altimeter, 53% pemilik bisnis mengetahui bahwa diperlukan adanya strategi konten yang dibuat, namun hanya 26% yang benar-benar menjalankannya.

Tugas Anda tentunya tidak berhenti saat Anda berhasil membuat konten yang hebat saja. Setelah konten telah dibuat, langkah selanjutnya adalah untuk mendistribusikannya.

Distribusi konten dapat dilakukan melalui sosial media, website, blog, dan channel promosi lainnya. Pastikan Anda mendistribusikan konten yang dibuat secara rutin agar lebih banyak audiens yang didapatkan.

5. Tetapkan Tujuan Anda

Semua pemilik bisnis yang ditanya mengenai apa yang diharapkan dari konten marketing yang dibuat, 9 dari 10 pastinya akan mengatakan, “peningkatan penjualan.”

Akan tetapi, tahukah Anda bahwa pembuatan konten marketing yang menarik harus dilakukan secara berkala dan bertahap sebelum mencapai hasil akhir berupa peningkatan penjualan?

Di saat awal Anda mencoba membangun setiap konten marketing yang ada menjadi lebih menarik, Anda hanya akan mendapatkan lebih banyak target audiens yang melihat bisnis Anda.

Lebih banyak orang mengetahui apa yang Anda lakukan, dan siapakah Anda. Contoh: Saat di tahap awal Anda akan menargetkan dibuat biasa akan berupa pengenalan-pengenalan akan bisnis, company profile, dan lainnya.

Segera setelah brand awareness sudah dicapai, Anda mungkin akan mulai menetapkan tujuan menjadi peningkatan penjualan, maka di sini konten yang dibuat berupa promo-promo, dan sebagainya. Menentukan tujuan akan menentukan arah konten marketing yang dibuat.

Nah, segera setelah Anda berhasil membuat konten marketing yang menarik, akan banyak bermunculan audiens yang dapat menjadi target konsumen potensial bagi Anda.

Tujuan akhir Anda berupa peningkatan penjualan akan menjadi tolak ukur dalam keberhasilan konten marketing Anda. Namun, sebelum terjadinya hal ini, pastikan Anda dan sumber daya bisnis yang dimiliki telah cukup.

Contohnya: Jika Anda menjual gadget, maka pastikan di saat terjadi peningkatan penjualan, Anda memiliki supply barang yang memadai.
(Sumber : koinworks(dot)com)