Bangsa-bangsa barat melalui penjlajahan samudra, berhasil mencapai Indonesia. Bangsa apa sajakah yang berhasil mendarat di Indonesia? Bangsas barat yang berhasil mendarat di indonesia antara lain bangsa Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris. Kedatangan bangsa-bangsa eropa di indonesia pada awalnya melalui persekutuan dagan. Persekutuan dagang bangsa eropa berusaha menguasai pedagangan rempah-rempai. di Indonesia melalui praktik monpoli.
1. Bangsa Portugis
Melalui penjelajahan samudra, bangsa Portugis berhasil mencapai India (Calcuta) tahun 1498 dann berhasil mendirikan kantor dagangnya di Goa (1509). Tahun 1551, Portugis berhasil menguasai malaka, selanjutnya Portugis mengadakan hubungan dagang dengan Maluku yang merupakan daerah penghasil rempah-rempah di Indonesia.
Tahun 1512, Alfonso de Albuquerque mengurumkan beberapa buah kapal ke Maluku. Awalnya masyarakat Maluku menyambut baik dan saling berebut menanamkan pangaruh kepada Portugis agar dapat membeli rempah-rempah dan membantu masyarakat Maluku menghadapi musuh-musuhnya. Pada saat itu, kesultanan Ternate di Maluku diperintah oleh Kaicil Darus. Sultan ternate itu
meminta bantuan Portugis untuk mendirikan benteng di Ternate dengan tujuan agar ternate terhindar dari kemungkinan serangan dari daerah lain. Tahun 1522 Portugis mengabulkan pemintaan Sultan Ternate dengan mendirikan benteng Saint jhon. Pendirian benteng tersebut ternyata harus dibayar mahal oleh Ternate karena Portugis menuntut imbalan berupa hak monopoli perdagangan rempah-rempah di Temate. Sultan ternate terpaksa harus menandatangani perjanjian monopoli pendagangan dengan Portugis. Perjanjian monopoli pendagangan rempah-rempah tersebut ternyata menimbulkan kesengsaraan.
Rakyat tidak dapat menjual rempah-rempah secara bebas, rakyat ternate harus menjual rempah- rempah kepada Portugis. Hal itu merugikan rayat Oleh karena itu tejadi permusuhan antara rakyat ternate dan Portugis. Selain mengadakan monopoli pendagangan rempah-rempah di maluku, portugis juga aktif menyebarkan agama katolik dengan tokohnya Franciscus Xaverius.
2. Bangsa Spanyol
Tahun 1521 bangsa spanyol berhasil untuk pertama kali mendara di Tidore (Maluku) kemundian siggah di Bacan dan Jailolo. Mereka tergabung dlam ekspedisi megelhaens-del cano. Kedatangan bansa spanyol di sambut baik oleh masyarakat setepat karena pada saat itu rakyat Maluku sedang bersengketa dengan Portugis.
Kedadatang spanyol di Maluku merupakan
keberhasilan bangsa spanyol dalam mencapai daerah yang di idam-idamkan, yaitu daerah penghasil rempah-rempah. Orang-orang spanyol senang berdagan di malukusehingga jumlahnya semakin banyak. Bagi portugis kehadiran spanyol merupakan pelanggaran atas hak monopolinya. Akibatnya timbul persaingan antara Portugis dan Spanyol. Persaingan tersebut sejalan dengan pertentangan antara sultan Temate dan Sultan tidore. Sultan ternate bersekutu dengan portugis, sendangkan sultan tidore bersekutu dengan Spanyol. Puncaknya Portugis den Spanyol menempuh jalan perundingan yang di laksanakan di Saragosa (Spanyol) tahun 1529 Perundigan itu menghasilkan kesepakatan yang disebut dengan Pejanjian Saragosa yang berisi :
Spanyol harus meninggalkan maluku dan melakukan perdagangan di Filipina Portugis tetap melakukan kegiatan perdagangan di Kep Maluku.
Dengan perjanjian tersebut, Spanyol segera melinggalkan Maluku, bangsa portugis berusaha keras menguasai pedar gangan rempah-rempah di Maluku dengan praktik monopoli
Sebelum datang ke Indonesia untuk membeli rempah-rempah, para pedagang Belanda membeli rempah-rempah hasil kekayaan alam indonesia di Lisabon (ibukota Portugis) Pada masa itu, Belanda masih dalam penjajahan Spanyol. Tahun 1585 Belanda tidak lagi mengambil rempah-rempah dari Lisabon karena Portugis di kuasai oleh bangsa Spanyol. Putusnya pendagangan rempah-rempah dari Lisabon karena Portugis di Kuasai oleh bangsa Spanyol banyak menderita kerugia, Sejak saat itu bangsa Belanda meulai mengadakan penjelajahan samudra untuk mencari daerah penghasil rempah-rempah, yaitu Indonesia. Bulan April 1595 Belanda memulai pelayaranya menuju nusantara dengan empat buah kapal dibawah pimpinan Cornelis de houtman dan De Keyzer, Pelayaran bangsa Belanda
Dampat kedatangan bangsa eropa ke Indonesia dalam berbagai bidang
A. Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Dalam Bidang Politik Penjajahan Belanda tidak hanya menimbulkan penderitaan dan kemiskinan bagi rakyat. tetapi juga mengakibatkan perubahan dalam bidang politik dan pemerintahan. Para sultan, raja adipal, des lam bangsawan kehilangan wibawa karena kelasannya tergantung kepada pemerintah kolonial Belanda.
Pemerintah kolonial Belanda juga untuk mencampuri urusan pengangkatan mjabulan, pejabat keraton, putih, dan seluruh urusan intern kesultanan atau kerja. Semuanya ditentukan berdasarkan dengan keinginan dan kebijakan pemerintah Belanda anja. Hak-hak para penguasa pribumi makin berkurang bahkan hilang sama sekali.
Kebijakan yang dilakukan oleh kolonial Belanda ini menyebabkan runtuhnya kekuasaan politik setempat, menurun drastinya kehidupan sosial ekonomi hingga pada akhirnya goyalinya budaya dan tradisi masyarakat.
B. Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Dalam Bidang Ekonomi Awal mulanya bangsa Eropa datang ke Indonesia mempunyai tujuan untuk berdagang Mereka hanya ingin membeli rempah-rempah dengan harga yang murah. Namun, lambat la kemudian mereka berencana unnik lebih mengurai dengan tujuan yaitu mereka ingin memonopoli perdagangan dan dengan bebaya mereka dapat menetapkan aturan perdagangan hingga harga dengan sendiriny
Karena sistem yang ditetapkan oleh bangsa Eropa tidak diterima baik oleh bangsa Indonesia, maka dari itu sistem monopoli oleh bangsa Eropa menimpulkan kebencian oleh bangsa Indonesia hingga kemudian mengarahkan kedua belah pihak saling bermusuhan dan melakukan peperangan.
C. Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Dalam Bidang Sosial Budaya
Sejak kedatangan bangsa Portugis ke Indonesia, perubahan sosial budaya masyarakat Indonesia pun muncul. Penyebab utama dari pada itu ialah adanya pengangkutan rempah-rempah ke Eropa hingga penyebaran budaya dan agama Kristen Katolik sering dilakukan dengan cara- cara paksa.
Hal ini tentu sangat bertentangan sekali dengan masyarakat Indonesia terutama mereka yang telah lama memeluk agama Islam. Namun pengaruh demi pengaruh kian menjadi-jadi sehingga perubahan sosial budaya tersebut tidak dapat ditolak. Agama Kristen Katolik yang di bawa oleh bangsa Portugis dan Agama Kristen Protestan yang di bawa oleh bangsa Belanda akhirnya dianut pula oleh sebagian masyarakat Indonesia.
D. Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Dalam Bidang Idiologi
Terjadinya perubahan ideologi bangsa Indonesia diakibatkan karena masuknya kolonialisme dan imperialisme Barat yang membawa banyak dampak buruk. Adapun nilai-nilai
kebudayaan bangsa Indonesia yang telah dijunjung tinggi selama berabad-abad, secara bertahap telah mengalami perubahan sesuai dengan keinginan kaum imperialis kolonialisme. Agama yang dianut oleh kaum imperialis Barat sering kali dipaksakan kepada masyarakat terutama yang telah menganut Inin.
Selama pemerintahan bangsa Belanda di Indonesia, masyarakat pribumi berada di kelas yang terendah di negerinya sendiri. Mereka diperlakukan secara tidak adil kemudian ditempatkan pada urutan terbawah setelah bangsa Timur asing. Pemeintahan kolonial Belanda khususnya dan bangsa berkulit putih pada umumnya, beranggapan bahwa mereka adalah ras tertinggi dan berhak menguasai dan menindan bangsa kulit berwarna seperti halnya rakyat Indonesia, Merelca mengingkari nilai hakiki kemanusiaan yang sebenarnya sama saja di hadapan ang Pencipta.
Dalam melestarikan kekuasaannya, pemerintah kolonial Belanda menerapkan politik pecah belah dan kuasai (devide et impera). Mereu ama sekali tidak menginginkan adanya persatuan dan kesatuan di kalangan rakyat bangsa Indonesia. Hingga pada akhirnya ketika bangsa Indonesia mulai terpecah belah, pemerintahan kolonial benda dengan mudahnya menanamkan pengaruh-pengaruh kekuasaanya.