Tak ada yang menyangka bahwasannya programmer pertama di dunia adalah seorang wanita. Dia adalah Augusta Ada King, lahir dengan nama Augusta Ada Byron dan sekarang dikenal dengan nama Ada Lovelace, adalah penulis dan matematikawan Inggris yang terkenal atas karyanya berupa komputer mekanika pertama. Temuannya dari mesin ini juga termasuk penerapan algoritma pertama yang ditujukan untuk diproses oleh mesin. Dari hasil karyanya ini, ia selalu disebut sebagai programmer komputer pertama didunia.

Ada merupakan putri tunggal seorang penyair Lord Byron dengan Anne Isabella Byron. Dia tak pernah berinteraksi dengan ayahnya, yang bercerai dengan ibunya sebulan setelah ia lahir, dan empat bulan kemudian, ayahnya meninggalkan Inggris dan wafat di Yunani pada tahun 1823, ketika remaja, Ada tertarik pada matematika, dan juga pada mesin analitikal karya Babbage. Kurun waktu tahun 1842 dan 1843, dia menerjemahkan sebuah artikel karangan matematikawan Italia Luigi Menabrea mengenai mesin, yang menjadi cikal bakal penemuannya. Kajiannya mengenai artikel ini dianggap sebagai program komputer pertama didunia dan juga algoritma pertama yang dikodekan untuk diproses oleh mesin. Karyanya ini berperan penting dalam perkembangan awal komputer. Dia lahir pada 10 Desember 1815, Ada merupakan putri dari George Gordon Byron dan Annabella. Ayahnya, Byron, merupakan penyair terkenal pada masa itu. Namun sayangnya Ada kecil tak pernah mengenal sang ayah karena usia pernikahan yang singkat antara Byron dan Annabella. Augusta Ada Lovelace kecil pun juga jarang mendapat perawatan dan kasih sayang dari ibunya. Dia justru diasuh oleh neneknya, Judith Milbanke, yang memang sangat menyayanginya. Dan hal itu diperburuk dengan kondisi Ada yang sering sakit-sakitan. Dia pernah lumpuh selama hampir setahun dan harus berjalan menggunakan kruk pada 1831.
Sedari kecil, Annabella memang melatih anaknya untuk lebih sering menggunakan otak kirinya. Sebab itu didukung dengan kegemaran Ada terhadap bidang matematika. Ketika berusia 17 tahun, kemampuan Ada dalam bidang tersebut mulai terlihat. Juga salah seorang guru Ada, Augustus De Morgan, sampai meminta agar ia lebih diarahkan ke bidang tersebut karena De Morgan melihat ada bakat istimewa dalam diri Ada.
Pekerjaan Ada Lovelace
Perjumpaannya dengan Charles Babbage menjadi awal dari kariernya. Dan Babbage sendiri adalah matematikawan Inggris yang pertama kali mengemukakan pendapat tentang komputer yang dapat diprogram. Singkatnya, Ada tertarik dengan program yang saat itu tengah dijalankan Babbage, yakni Difference Engine. Sedangkan, Babbage juga kagum dengan intelektual dan bakat menulis Ada. Dan Babbage bahkan memberikan julukan “The Enchantress of Numbers” pada Ada. Keduanya pun lantas menjalin kerjasama.
Dia kemudian membantu Babbage menulis program komputer pertama di dunia yang diciptakan lewat mesin ciptaan Babbage yang bernama Analytical Engine. Dalam hal ini, peran besar Ada adalah menerjemahkan artikel Luigi Menabrea, seorang matematikawan Italia. Ada juga menulis penjelasan awal tentang komputer dan perangkat lunak, serta menambahkan catatan mengenai metode kalkulasi nomor Bernoulli pada mesin yang dikembangkan Babbage tersebut. Karena hal itulah Ada dikenal sebagai programmer komputer pertama di dunia.
Wafatnya Ada Lovelace
Kanker rahim dan pendarahan yang dideritanya membuat Ada meninggal dunia pada 27 November 1852 di usia 36 tahun, yang membuat Ada gagal melanjutkan pengembangannya seputar dunia komputer. Atas kontribusinya, pada 1980 Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamai bahasa pemrograman komputernya dengan nama “Ada” sebagai penghormatan pada Ada. Selain itu, British Computer Society pada 2008 rutin menggelar kompetisi ilmu komputer bagi siswa perempuan secara rutin tiap tahunnya dan menamai medalinya dengan nama “Ada”. Setiap pertengahan Oktober, digelar acara “Ada Lovelace Day”, sebuah acara yang bertujuan untuk mengingkatkan kemampuan perempuan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika.
Catatan Augusta Ada King (Ada Lovelace)
Catatan mengenai Analytical Engine yang ditulis oleh Ada Lovelace, yang dikenal sebagai “Catatan-Catatan Lovelace” (Lovelace’s Notes), adalah dokumen yang berisi pemikiran dan ide-ide Lovelace tentang mesin tersebut. Ini adalah salah satu karya yang paling terkenal dan berpengaruh dalam sejarah perkembangan komputasi. Dokumen ini terdiri dari sejumlah catatan yang Lovelace tulis antara tahun 1842 dan 1843.
Di dalam Catatan-Catatan Lovelace, Ada Lovelace menjelaskan bagaimana mesin Analytical Engine yang dirancang oleh Charles Babbage dapat digunakan untuk melakukan perhitungan matematika yang kompleks. Kontribusi terpentingnya adalah ketika ia mengembangkan algoritma yang dimaksudkan untuk menghitung deret Bernoulli dengan menggunakan mesin tersebut. Algoritma yang dikembangkan oleh Lovelace dianggap sebagai program komputer pertama yang pernah ada. Ia juga menyadari bahwa mesin ini dapat digunakan untuk tugas-tugas yang lebih umum, bukan hanya perhitungan matematika tertentu.
Selain itu, dalam catatan-catatan tersebut, Lovelace menguraikan konsep-konsep penting dalam pemrograman komputer modern, seperti “program” dan “sub-routine” (atau subprogram), yang mengarah pada pemikiran tentang bagaimana sebuah mesin komputer dapat digunakan untuk melakukan berbagai tugas berdasarkan instruksi yang dapat diprogram.
Catatan-Catatan Lovelace adalah karya yang penting dalam sejarah komputasi karena mengilustrasikan pemahaman Lovelace tentang potensi besar mesin Analytical Engine dan konsep pemrograman yang menjadi dasar untuk pengembangan komputer modern. Dokumen ini terus diakui dan dihormati dalam dunia ilmu komputer dan teknologi.
Konsep Program Buatan Ada Lovelace
Berikut adalah beberapa konsep program buatan Ada Lovelace:
- Program: Ada Lovelace memahami konsep program sebagai serangkaian instruksi yang diberikan kepada mesin komputer untuk melakukan tugas tertentu. Dalam catatannya, ia menunjukkan bahwa mesin Analytical Engine bisa digunakan untuk “menggunakan berbagai jenis operasi logika dan perhitungan” melalui serangkaian instruksi yang dapat diprogram.
- Sub-Routine (Subprogram): Lovelace juga memahami konsep “sub-routine,” yang mirip dengan fungsi atau prosedur dalam pemrograman modern. Ia menyatakan bahwa mesin Analytical Engine dapat menjalankan sub-routine yang dapat digunakan kembali, yang memungkinkan penggunaan kembali kode dalam berbagai konteks. Ini adalah konsep fundamental dalam pemrograman terstruktur dan modular.
- Iterasi: Lovelace juga mempertimbangkan konsep iterasi atau pengulangan dalam programnya. Ia menunjukkan bahwa dengan menggunakan instruksi-instruksi yang benar, mesin Analytical Engine dapat menjalankan perhitungan yang mengulang tugas tertentu, seperti menghitung deret matematika.
- Pemisahan Data dan Instruksi: Lovelace mengidentifikasi pentingnya pemisahan antara data dan instruksi dalam program. Ia menjelaskan bahwa mesin Analytical Engine harus memiliki kemampuan untuk memproses data yang diberikan kepadanya sesuai dengan instruksi yang diberikan.
- Universal Machine: Salah satu kontribusi terbesar Lovelace adalah pemahamannya bahwa mesin Analytical Engine adalah “universal machine.” Artinya, mesin ini dapat diprogram ulang untuk menjalankan berbagai jenis tugas, bukan hanya perhitungan matematika. Ini adalah konsep fundamental dalam komputasi umum, di mana satu komputer dapat digunakan untuk berbagai tujuan dengan mengubah programnya.
Dalam banyak hal, konsep-konsep yang dikembangkan oleh Ada Lovelace dalam catatannya menjadi dasar bagi perkembangan pemrograman komputer modern. Ia memiliki wawasan yang luar biasa tentang potensi komputasi, mesin Analytical Engine, dan bagaimana cara menggunakan mesin tersebut untuk melakukan tugas yang beragam. Sebagai hasilnya, Lovelace sering diakui sebagai salah satu pelopor dalam sejarah pemrograman komputer.