Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi di era sekarang ini sangat masif dan terus berkembang. Dengan kemajuan teknologi, hal ini dapat membuat operasional bisnis menjadi lebih efisien. Saat ini, dalam pencarian dan keseimbangan antara bisnis dan teknologi, perusahaan telah mengambil beberapa langkah untuk membuka peluang bagi dunia bisnis di era digital, yaitu dengan meningkatkan jumlah sumber daya manusia (SDM) di divisi Komputer dan Teknologi. Selama ini kita sering mendengar ungkapan full stack developer.
Jadi apa yang dimaksud dengan full stack developer? Apa tugas full stack developer? Dalam artikel ini, kita umumnya akan melihat deskripsi full stack developer tentang arti profesi ini dan tugas yang dijalankannya. Full stack developer bertanggung jawab untuk meningkatkan bagian depan dan belakang aplikasi. Pengembang tumpukan penuh diperlukan untuk menguasai kedua array. Pada umumnya yang menjadi full stack developer harus mahir dalam javascript, php, database, java (backend) dan juga mampu mengoordinasikan desain dalam pemrograman seperti HTML, CSS, XML (backend). Selain kedua bidang tersebut, full stack developer juga perlu memiliki kemampuan desain yang kuat untuk dapat menghadirkan image website atau aplikasi yang menarik perhatian publik.

Setelah mengetahui pengertian full stack developer, apa saja sih tugas dan tanggung jawab seorang full stack developer? yuk sumak penjelasanya dibawah ini.
1. Kuasai Front-end
pengguna Menjadi pengembang penuh. kita harus menguasai 2 bidang pemrograman, front dan back end. untuk front end kita harus mahir dalam beberapa bahasa pemrograman seperti HTML, CSS, XML, Javascript dan juga beberapa library seperti Bootstrap, SASS, LESS, Javascript Framework, VueJs, Ajax, JSON, JQuery, AngularJS. HTML dan CSS adalah pengetahuan dasar untuk profesi ini. HTML5 dan CSS3 adalah dua keterampilan penting untuk mengembangkan konten di situs web. Sedangkan XML digunakan untuk mengembangkan sebagian dari aplikasi di Android. Anda dapat mempelajari Javascript dan hal lainnya setelah menguasai dasar-dasarnya.
2. Menguasai Back-end
back-end, mengharuskan Anda mempelajari tentang server web seperti Apache dan Nginx. Kemudian untuk bahasa pemrograman, full stack developer harus bisa menguasai PHP, Python, Ruby, Node js, Swift, dll. Sebagai full stack developer, Anda harus gesit, berpengetahuan luas, kritis, dan memiliki keterampilan analitis yang diperlukan untuk menganalisis basis data. Database sendiri terbagi menjadi 2, pertama database relasional seperti MySQL, Postgre kemudian database non-relasional seperti Cassandra, MongoDB dan Reddis. Di sisi lain, ia juga memiliki beberapa opsi kerangka kerja untuk membantu pengembangan situs web yang lebih dinamis seperti menggunakan Laravel dan CodeIgniter.
3. Kemampuan analisis Database
Mengetahui dan menganalisis basis data sangat penting bagi seorang programmer. Banyak hal yang harus dilakukan dan dipelajari oleh seorang full stack developer agar profesi ini menjadi sangat bergengsi di dunia IT karena memiliki problem solver yang terpercaya. Jika terjadi kesalahan saat mengekstrak database dari situs, full stack developer yang mampu memperbaiki kode tanpa berdampak negatif pada database akan sangat berharga. Saat ini, opsi basis data tersedia secara luas seperti Redis, MySQL, MongoDB, Oracle, dll. Untuk menjadi full stack developer tidak perlu fasih semua database, yang terpenting bisa memahami dan menganalisa pemecahan masalah.
4. Kompeten dalam Desain UI/UX
Full stack developer harus memiliki keahlian desain untuk menjalankan tugasnya. UI/UX sangat penting untuk sukses sebagai full stack developer. Tampilan dan nuansa situs web yang menarik secara visual serta memberikan pengalaman yang tepat bagi pengguna situs web dapat membuat pengguna betah berada di situs untuk waktu yang lama.
Prediksi karir sebagai full stack developer pada tahun 2022. 
Menurut World Economic Forum (WEF) Pada tahun 2025, semua aspek konvensional akan beralih ke digitalisasi untuk peluang karir Karir untuk full stack developer yang sangat penting di bidang IT sangat luas. Karena setiap perusahaan akan tumbuh dan menyesuaikan diri seiring dengan bisnis dengan teknologi